PSI Parpol Kedua yang Mendaftar ke KPU

Jakarta, kpu.go.id – Partai Solidaritas Indonesia (PSI), tepat pukul 10.00 WIB mendatangi gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Selasa (10/10).  PSI yang datang langsung dipimpin oleh Ketua Umumnya Grace Natalie, Sekretaris Jenderal (sekjen) Raja Juli Antoni didampingi oleh jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

Partai PSI menjadi partai yang kedua mendaftar ke KPU sejak KPU membuka pendaftaran parpol tanggal 3 Oktober, setelah kemarin Partai Perindo yang datang untuk mendaftar ke KPU

Rombongan DPP PSI tersebut diterima langsung oleh Ketua dan Anggota KPU RI, serta jajaran Sekretariat Jenderal KPU RI.

Ketua Umum PSI Grace Natalie dalam konferensi persnya mengatakan hari ini bersama-sama secara resmi mendaftar untuk mengikuti proses verifikasi KPU dengan membawa sekitar 150 kontenier yang berisi dokumen-dokumen yang akan diperiksa secara administratif oleh KPU sebagai pelengkapan verifikasi.

Dokumen-dokumen yang disampaikan tersebut hasil kerja keras selama tiga tahun, tutur Grace, yang dikerjakan dengan penuh semangat, penuh ketelitian, penuh dedikasi oleh lebih 25.000 oran pemuda pemudi dari seluruh Indonesia yang bergabung di PSI.

“Tidak hanya kertas-kertas administratif yang kami sampaikan, pada hari ini tetapi dokumen-dokumen itu merupakan perwakilan dari harapan kami, kerja keras kami, optimisme  kami akan Indonesia yang lebih baik,” ujar Grace.

Harapan kami, tambah Grace, dari pihak KPU bisa memproses dengan seksama, dan kami percaya kami optimis PSI akan lolos verifikasi KPU dan bisa menjadi peserta pemilu 2019.

Sekjen PSI Raja Juli Antoni, mengatakan bahwa PSI merupakan satu-satunya partai yang lolos pada verifikasi Kemenkumham pada tahun yang lalu. Itu artinya verifikasi KPU ini tidaklah terlalu sulit bagi PSI, karena syarat verifikasi Kemenkumham itu  hampir sama dengan KPU, bedanya hanya ada rekrutmen anggota 1.000 atau 1/1000 dari masing-masing Kabupaten/Kota.

“Jadi kalau 1.000 atau 1/1.000 kami sudah memiliki 4 kali lipat dari persyaratan undang-undang itu, dan sesuatu yang dulu kami bawa Kekumham yaitu 100% Provinsi di 34 Provinsi di 514 Kabupaten/Kota dan sekitar 5.000 Kecamatan di seluruh Indonesia,” tutur Raja.

Raja menambahkan, terkait sistem informasi partai politik (sipol) KPU, secara teknis sipol sebuah sistem yang sangat baik dan membantu partai politik untuk mendata membuat database keanggotaan.

“Kami tidak memiliki kendala banyak, kecuali memang hanya tenggat waktu  yang  sangat mepet, kami butuh bekerja cepat dengan banyak orang, ini konsekuensi dari tentunya adalah undang-undang pemilu yang terlambat di sahkan, ini bukan kesalahan KPU sama sekali, akhirnya PKPU tertunda dan memang hanya waktu yang terbatas tapi KPU saya kira sudah berusaha semaksimal mungkin sudah ada 3 kali bimbingan teknis (bimtek) dan seluruh rekan-rekan kami di seluruh Indonesia juga diundang KPU Kabupaten/kota untuk melakukan bimtek. Hasilnya pada hari ini PSI dapat menyelesaikan seluruh syarat-syarat itu,” ujar Raja.

Raja juga mendukung sipol KPU sebagai bagian dari perkembangan teknologi yang baik sebagai sebuah arah, dimana suatu saat akan memiliki pemilihan umum secara online.(dosen/red.KPU FOTO/dosen/Hupmas)